Berita Terkini :

BERITA TERBARU

Pernikahan Merupakan Perjanjian yang Kuat (Mitsaqon Gholizho)

Rabu, 29 Februari 2012

Oleh Pramana Asmadiredja


Pernikahan merupakan ikatan diantara dua insan yang mempunyai banyak perbedaan. Perbedaan dari segi fisik, keluarga, pergaulan, cara berfikir, pendidikan dan lainnya.

Dan pernikahan merupakan ikatan yang suci dimana dua insan yang berlainan jenis dapat hidup bersama dengan direstui agama, kerabat, masyarakat dan Negara.

Pernikahan didahului dengan aqad nikah yang di dalam Islam berlangsung sangat sederhana. Terdiri dari dua kalimat, “Ijab dan Qabul”. Namun dengan dua kalimat itu, dapat menaikkan hubungan dua makhluk Allah dari bumi yang rendah ke langit yang tinggi. Dengan dua kalimat ini, maka berubahlah status yang disandang keduanya. Ia bukanlah bujang dan gadis lagi, namun ia sudah sah menjadi suami dan istri.

Aqad nikah tidak hanya perjanjian antara dua manusia, karena ia juga merupakan perjanjian antara manusia dengan sang pencipta. Begitu sakralnya aqad nikah, sehingga Allah menyebutnya “Mitsaqon gholizho” atau perjanjian Allah yang berat. Allah juga menyebutkan aqad nikah antara dua orang anak manusia sebagai “Mitsaqon Gholizho”. Karena janganlah pasangan suami istri dengan begitu mudahnya mengucapkan kata cerai.

Dan bagaimana kalian akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu”. (QS An Nisa: 21).

Menikah tentu menjadi salah satu tujuan dalam hidup. Bagi mereka yang akan menikah, tentunya harus memahami tujuan pernikahan sebelum benar-benar memulai sebuah rumah tangga. Dengan memahami tujuan menikah, rumah tangga akan selalu harmonis serta jauh dari hal-hal yang buruk dan negatif.

Secara fitrah, manusia menyukai lawan jenis dan kemudian menikah adalah hal yang wajar, dan memang fitrah manusia. Karena memang pernikahan adalah jalan hidup yang memang harus terjadi untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan rohani maupun jasmani.

Dalam agama Islam, masa hidup seseorang haruslah dipergunakan untuk beribadah. Salah satu ibadah tersebut adalah menikah. Sebuah rumah tangga adalah ladang amal dan pahala, karena itu pernikahan sangat dianjurkan. Bila sudah menikah, bisa saling berbagi ilmu dengan pasangan, mengontrol emosi, mengajarkan kebaikan pada pasangan, melakukan salat berjamaah, mendidik anak secara Islami, dan lainnya agar mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Salah satu tujuan pernikahan adalah untuk mendapatkan anak atau keturunan. Hal ini bertujuan untuk memperoleh generasi penerus keluarga. Yang dimaksud keturunan tentu saja seorang anak yang salih dan salihah dan bisa meneruskan perjuangan agama Islam. Untuk mendapatkan generasi yang berkualitas, pasangan suami istri (Pasutri) harus kompak dalam mengajarkan pendidikan agama. Di sinilah letak tanggung jawab orang tua yang pastinya akan mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT.

Salah satu tujuan menikah adalah untuk membentengi diri dari hal-hal yang negatif dan mengundang dosa. Untuk menghindari dosa, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk segera menikah. Dengan adanya ikatan pernikahan, menjadi halal. Tidak hanya halal, pernikahan dinilai ibadah pasangan suami istri selalu berdekatan dan harmonis.

Pernikahan hanya akan dinilai ibadah dan mendapat pahala apabila suami istri mampu mengamalkan segala hal yang positif yang memang menjadi ajaran agama. Jika nanti menemukan jodoh dari Allah SWT dan mengalami perselisihan dengan pasangan, maka ingatlah akan tujuan pernikahan. Dengan mengingat itu, maka akan kembali pasutri berusaha untuk membangun keharmonisan keluarga secara bersama. Wallahua'lam


Share this Article on :

1 komentar:

RHOMA JK mengatakan...

ANE SARANIN SEMUA ANGGOTA PKS TETAP PD JALUR DAKWAH, DAN ETIKA BERDAKWAH DGN SOPAN,SANTUN. SARANA DAKWAH SANGAT LUAS, DAKWAHIN RUMAH -RUMAH PARA PEJABAT, DARI PRESIDEN,MENTERI,GUBERNUR,WALIKOTA,BUPATI, SECARA KONTINUE, AGAR MEREKA MAU BERAQIDAH ISLAM YG BENAR, BEAKHLAQ MULIA, JADIKAN SEMUA MASJID SBG MARKAS DAKWAH. BINA PARA PENGURUS DKMNYA DGN DAKWAH ISLAM YG BENAR. JANGAN TERGIUR DGN IMING-IMING TTS, HARTA/TAHTA/SELIR. INI YG AKAN MENGGANGU KEMURNIAN DAKWAH. JADIKAN KASUS LHI DAN ANGGOTA DPR YG SUKA NONTON FILM PORNO, SBG INSTROPEKSI KEDALAM, JADIKAN IM DIMESIR SBG TELADAN, BAHWA MEMBANGUN ISLAM ITU TDK MUDAH. BEGITUPULA JADIKAN TURKI DGN ARDOGAN YG BERHASIL MEMAJUKAN MASYARAKAT DAN MENGEMBALIKAN TURKI KEKIBLAT MAKAH/MADINAH SBG REFERENSI YG BAGUS UNTUK DITIRU.

Posting Komentar

 

© Copyright PKS Pesanggrahan 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.