Berita Terkini :

BERITA TERBARU

Al Khusyu Inda Tilawatil Quran

Selasa, 07 Februari 2012

Oleh Tarwiyah


Inilah (Al qur’an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS Ali Imran: 138). Tilawah alquran dapat menghaluskan jiwa kita, apabila dalam tilawahnya disertai adab-adab batin dalam perenungan, khusyu dan tadabbur.

Memahami keagungan dan ketinggian firman, karunia Allah dan kasih sayang-Nya kepada makhluk dalam menurunkan Alquran dari ‘Arsy kemuliaanNya ke derajat pemahaman makhluknya.

Mengagungkan Mutakallim (Allah). Pada permulaan tilawah alquran, seorang pembaca harus menghadirkan di dalam hatinya keagungan Allah (Al Mutakallim) dan mengetahui bahwa apa yang dibacanya bukanlah pembicaraan manusia.

Kehadiran hati dan meninggalkan bisikan jiwa. “Wahai Yahya! ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak”. (QS Maryam: 12). Yakni dengan serius serta sungguh-sungguh, berkonsentrasi penuh dalam membacanya dan mengarahkan perhatian hanya kepada-Nya.

Tadabbur. Tujuan membaca alquran adalah dalam rangka tadabbur. Oleh karena itu di sunnahkan membaca alquran dengan tartil, sebab di dalam tartil secara zhahir memungkinkan tadabbur dengan batin. Sahabat Ali bin Abi Thalib ra berkata: “Tidak ada kebaikan pada ibadah tanpa pemahaman di dalamnya dan tidak ada kebaikan pada bacaan tanpa tadabbur di dalamnya”.

Tafahum (memahami secara mendalam) yaitu mencari kejelasan dari setiap ayat secara tepat, karena Alquran meliputi berbagai masalah tentang sifat-sifat Allah SWT, perbuatan-perbuatan-Nya ihwal para nabi, ihwal para pendusta dan bagaimana mereka dihancurkan, perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, surga dan neraka.

Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Maha Raja Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan. Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan”. (QS Al Hasyr: 23).

Hendaklah makna-makna dari nama dan sifat-sifat tersebut direnungkan agar dapat mengungkapkan berbagai rahasianya.Meninggalkan hal-hal yang dapat menghalangi pemahaman.

Perhatiannya tertuju kepada penuaian bacaan huruf-hurufnya (Makharijul huruf)
Taqlid kepada mazhab yang didengarnya terpaku padanya dan fanatik kepadanya, sehingga hanya mengikuti apa yang di dengar tanpa berusaha memahaminya
Terus menerus dalam dosa atau sikap sombong atau secara umum terjangkiti oleh penyakit hawa nafsu kepada dunia

Takhshish. Yaitu menyadari bahwa dirinya merupakan sasaran yang dituju oleh setiap khithah (nash) yang ada di dalam Alquran. Jika mendengar suatu perintah atau larangan, maka ia memahami bahwa perintah atau larangan itu ditujukan kepada dirinya. Demikian pula apabila mendengar janji atau ancaman (QS Al An’am: 14)

Ta’atstsur (Mengimbas ke dalam hati). Yakni hatinya terimbas dengan berbagai imbasan yang berbeda sesuai dengan beragamnya ayat yang dihayatinya. Terimbasnya seorang hamba dengan tilawah alquran ialah dengan menghayati ayat yang dibaca. Ketika dia membaca ayat-ayat rahmat dan ampunan, ia bergembira dan senang. Ketika membaca ayat-ayat tentang neraka, ia merasa lemas karena saking takutnya, dan sebagainya.

Taraqqi. Yakni meningkatkan penghayatan sampai ketingkat mendengarkan kalam dari Allah SWT bukan dari dirinya sendiri. Sahabat Utsman bin Affan dan Hudzaifah ra berkata jika hati bersih niscaya tidak akan pernah merasa kenyang dari membaca Alquran.

Tilawah Alquran dengan sebenar-benar tilawah ialah ikut sertanya lisan, akal dan hati secara simultan. Tugas lisan ialah membetulkan huruf dengan tartil, tugas akal menafsirkan maknanya dan tugas hati adalah mengambil pelajaran darinya. Wallahua'lam


Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright PKS Pesanggrahan 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.