Berita Terkini :

BERITA TERBARU

Tarbiyah Akhwat Muslimah di Era Modern

Selasa, 14 Februari 2012

Oleh Tarwiyah


Esensi tarbiyah tidak akan pernah berubah. Ia tetap harus sesuai seperti sejak pertama risalah Islam diturunkan kepada Rasulullah saw. Dakwah yang tertata, diharapkan dapat membangun jiwa-jiwa yang hidup, kuat dan tangguh.

Hati yang segar dan memiliki semangat berkobar, jiwa-jiwa optimis yang selalu merindukan terwujudnya nilai-nilai dan tujuan yang lurus, dan mau bekerja keras untuk mewujudkannya.

Proses tarbiyah atau pendidikan yang kita laksanakan hendaknya menjadi gema dan perpanjangan tangan dari dakwah pertama yang dibawa Rasulullah saw. Kita perlu mengkaji kembali jejak langkah Rasulullah saw, untuk mengambil pelajaran dan keteladanan, mengenai konsep dakwah beliau dan langkah perbaikan yang dilakukannya.

Dan masyarakat Islam tidak akan pernah bisa kembali pada keagungan masa lalunya selama muslimah tidak diberikan perhatian yang memadai dan penghargaan semestinya. Selain itu, waktu yang cukup dan memungkinkan untuk menunaikan perannya, melaksanakan risalah dan tanggung jawabnya yang mendesak.

Ia juga berperan aktif dalam mendidik umat, menyadarkan putra-putrinya untuk mencintai dakwah ilallah, mengerahkan tenaga, pengorbanan, dan darma baktinya dalam seluruh bidang, baik aspek ekonomi, social maupun dakwah.

Muslimah adalah basis kemajuan masyarakat Islam yang harus memperoleh perhatian dan kesungguhan dalam mendidik dan membentuknya, kalau kita memang benar-benar ingin meraih kemajuan dan ketinggian di bawah naungan ketaatan kepada Allah SWT.

Secara umum, tarbiyah akhwat di era modern ini tetap tidak meninggalkan esensi risalah dakwah sejak masa Rasulullah saw. Bentuk tantangan yang berbeda akan melahirkan bentuk aplikasi amal yang berbeda pula.

Muslimah adalah ibu, saudara perempuan, istri dan putri tercinta, maka dialah yang melahirkan manusia dan mendidik umat. Di pundak muslimah ada beban berat dalam membangkitkan masyarakat dan umat kita.

Muslimah lah yang bertanggung jawab mendidik penguasa. Di belakang setiap pemimpin yang sukses, lagi bertakwa kepada Allah SWT dalam amal kehidupannya, kita jumpai seorang muslimah, yang malam-malamnya tidak tidur demi untuk mentarbiyah dan mentakwin pemimpin tersebut, mentakwinnya dengan benar, dan mempersiapkannya dengan bagus demi untuk kebaikan agama dan umatnya.

Proses tarbiyah harus mampu mendidik dan mengarahkan muslimah untuk menjadi ibu pembangunan dan pengasuh rumah yang cerdas. Dialah arsitek yang brilian dalam menata rumahnya, dokter yang cakap dalam menyiasati pertumbuhan dan menyuburkan bangunan rumahnya, dan mendidik anak-anaknya. Dia mampu menciptakan taman kebahagiaan dan kasih sayang.

Seorang muslimah yang tertarbiyah akan mampu mendidik putra-putrinya menjadi generasi rabbani, yang mencintai dan dicintai Allah SWT, yang cinta kepada kebaikan dan benci keburukan.

Ia juga kan mampu menumbuhkan kekuatan anak-anaknya untuk mengembangkan jati diri, mengobarkan semangat dakwah kepada mereka, sehingga hanya Allah tujuan mereka, Al Quran panduan hidup mereka dan jihad adalah jalan hidup mereka, serta kematian fi sabilillah adalah harapan luhur mereka. Wallahua’lam


Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright PKS Pesanggrahan 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.